Pamong Institute – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Nasarruddin Umar berharap, dengan adanya kesepakatan kerja sama (MoU) antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk perluasan Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS, maka informasi mengenai peluang beasiswa di AS dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat Indonesia, terutama para santri dan mahasiswa di lingkungan Kemenag.
“Jadi saya berharap dengan adanya MoU ini, terbuka informasi lebih luas, lebih lebar, peluang-peluang di Amerika itu bisa kita tangkap. Kita berterima kasih kepada Amerika melalui Ibu Dubes-nya sekarang ini, sangat baik. Dan juga sudah kita diberikan akses yang luar biasa,” kata Nasarrudin Umar dilansir dari kemenag.go.id, Kamis (9/1/2025).
Maka dengan begitu, menurut Nasarrudin, banyak peluang yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan keagaamaan.
“Pertama, para santri dan santriwati, mahasiswa yang berada di bawah Kemenag bisa mendapatkan beasiswa Fullbright ke Amerika,” ucapnya.
Kedua, juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan tenaga pengajar dari Amerika. “Tenaga pengajar ini bisa ditempatkan untuk memberikan penguatan bahasa inggris di madrasah dan pondok pesantren,” tuturnya.
Ketiga, peluang mengirim dosen-dosen ke Amerika dalam rangka riset atau ‘visiting scholar’ di sana dengan sponsor Fullbright. “Kemudian kita juga bisa melakukan ‘join research’. Ini kita bisa melakukan riset bersama antara scholar Amerika dengan Indonesia, khususnya di lingkungan muslim scholar untuk melihat beberapa ‘case’,” kata Nasarrudin.
Kelima, kerja sama ini juga membuka peluang Perguruan Tinggi Kegamaan (PTK) untuk membuka ‘twinning’ program. “Ini juga memungkinkan kita melakukan twinning program, seperti saat ini yang akan kita lakukan antara Amerika dengan PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an) Jakarta,” ungkapnya.
Keenam, kerja sama juga memungkinkan lembaga pendidikan keagamaan untuk memperoleh bimbingan dari para alumni penerima Fullbright. “Alumni Fullbright, nanti datang ke Indonesia untuk berkunjung ke pondok pesantren untuk memberikan pencerahan informasi, dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” harap Nasarrudin.
Sebelumnya, Kemenag RI sepakat menjalin kerja sama dengan AS untuk perluasan Program Fulbright Departemen Luar Negeri AS.
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama RI bersama Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (8/1/2025). [] Harli
