Pamong Institute – Setidaknya ada tiga indikasi terbaru bahwa Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja. Hal itu dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, di kanal YouTube pribadinya Adi Prayitno Official, Selasa, 4 Maret 2025.
Pertama, kata Adi, adalah kasus korupsi luar biasa yang baru-baru ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga.
“Apakah masih layak kita mengatakan Indonesia baik-baik saja? kalau persoalan korupsi, di Pertamina saja itu Rp193 triliun,” ujar Adi.
Ia menduga, kasus ini mengindikasikan kemungkinan adanya tindak pidana korupsi (tipikor) di berbagai perusahaan lain yang belum diketahui.
“Kan publik juga bertanya-tanya jangan-jangan korupsi-korupsi besar tidak hanya di satu perusahaan, tapi di perusahaan-perusahaan lain yang per hari ini belum terungkap,” tambahnya.
Kedua, adanya pemutusan hubungan kerja terhadap kurang lebih sekitar 10.000
karyawan PT Sritex yang menghebohkan publik.
Ketiga, melemahnya nilai mata uang rupiah yang terburuk sepanjang perekonomian Indonesia.
Adi pun mengingatkan, indikasi-indikasi tersebut semestinya diwaspadai. Ia menilai bahwa tagar #IndonesiaGelap yang pernah viral kemarin itu sangat relevan.
Menurutnya, itu adalah bentuk ‘warning’ (peringatan) dari masyarakat terhadap kondisi negara saat ini.
Oleh karena itu, Adi menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang cenderung mencibir tagar tersebut. Bahkan, ia prihatin dengan adanya pejabat publik yang memberikan respons sarkas terkait peringatan Indonesia Gelap.
“Saat itu tema Indonesia Gelap ditanggapi secara sinis oleh pejabat publik di negara kita. Itu kan mestinya dijadikan ‘warning’ (peringatan), dijadikan ‘guidance’ (panduan), bahwa sebenarnya Indonesia itu harus bersiap diri agar tidak terjerumus pada persoalan yang cukup serius,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Indonesia (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan respons soal tanda pagar atau tagar #IndonesiaGelap yang viral di media sosial.
Menurut Luhut, kondisi Indonesia masih cukup baik, meskipun sedang terjadi pelbagai permasalahan.
“Kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengeklaim sana-sini,” ujarnya dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025). [] Harli
