Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai, kasus dugaan eksploitasi karyawan oleh pemilik perusahaan UD Sentosa Seal, Jan Hwa Diana, terkait dengan penahanan ijazah, gaji di bawah UMK (Upah Minim Kota), serta denda bagi yang menjalankan shalat Jum’at, sebagai potret buruk hubungan kerja dalam sistem kapitalisme.
“Saya pikir, itu bentuk hubungan kerja dalam sistem kapitalisme yang sangat buruk bagi dunia kerja maupun dalam kehidupan berbangsa bernegara,” ujar Wahyudi, dalam keterangannya yang diterima pamonginstitute.com, Jum’at (25/4/2025).
Ia pun mengkritik keras pengusaha kapitalis hari ini yang lebih mengandalkan tekanan daripada memberikan reward kepada karyawannya.
“Saya pikir ini kabar buruk dan menunjukkan mental pengusaha bermental miskin, memberikan ancaman, tekanan, dan intimidasi pada karyawannya,” sesalnya.
Ia juga merasa prihatin atas persoalan ini karena kezalimannya menimpa buruh kecil dan lemah.
“Yang tentu dalam posisi sulit untuk melakukan tawar menawar, negosiasi ataupun melakukan pembelaan diri ataupun ingin melakukan perlawanan terhadap perusahaan,” terangnya. [] Harli
