Pamong Institute – Bupati Kabupaten Waropen, Drs Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, menegaskan bahwa dana desa yang disalurkan ke kampung-kampung harus memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat penyerahan simbolis dana desa tahap pertama Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 18.401.562.980, di Areal Pasar Koweda, Distrik Masirei, Papua, Jumat (23/5/2025).
“Sepeserpun uang yang jatuh di pecek, uang itu harus berguna bagi masyarakat,” pesan Bupati Mote mengingatkan.
Dana tersebut dialokasikan untuk 49 kampung yang tersebar di lima distrik wilayah timur Kabupaten Waropen, yakni Distrik Masirei, Demba, Wonti, Risei Sayati, dan Soyoi Mambai.
Bupati Mote menyatakan, penyaluran dana desa kali ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Forkopimda untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran dan sesuai ketentuan hukum.
Ia meminta para kepala kampung memanfaatkan dana desa ini sesuai program yang ditetapkan di kampung agar membawa manfaat bagi warga dan kemajuan kampung.
“Berikanlah kepada rakyat apa yang menjadi hak rakyat,” ujar Bupati Mote dalam keterangannya dari Botawa, ibu kota Kabupaten Waropen, Sabtu (24/5/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Yowel Boari berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Saat ini praktek pemerintahan dan pembangunan sudah berada di era baru dengan dukungan teknologi dan pengawasan publik. Karena itu, cara berpikir dan cara kerja kita harus baru. Aspek akuntabilitas dan transparansi bukan pilihan tetapi merupakan keharusan,” terangnya.
Dengan penyaluran dana desa tahap pertama ini, Bupati Mote berharap pembangunan di kampung-kampung dapat berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. [] Harli
