Purnawirawan TNI Ancam Duduki Parlemen Makzulkan Gibran, Ekspresi Panggilan Jiwa?

Forum Purnawirawan TNI mengancam akan menduduki Gedung DPR/MPR RI, jika surat pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak kunjung diproses. Berkaitan hal tersebut, Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroky menjelaskan, apakah ini ekspresi panggilan jiwa bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang memburuk?

“Kalau dibilang panggilan jiwa, saya pikir semua anak negeri yang berakal waras dengan kondisi negeri yang sedemikian rupa ini tentu jiwanya akan terpanggil. Untuk apa? Untuk melakukan perbaikan,” ujar Wahyudi dalam keterangannya pada Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya, seruan moral para purnawirawan bisa dilihat sebagai bentuk tanggung jawab anak bangsa yang ingin melihat negeri ini berubah ke arah yang lebih baik.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya potensi gerakan ini ditunggangi oleh kepentingan politik.

“Bisa saja panggilan jiwa yang tulus, tetapi para politisi tentu pandai mengemas dan memanfaatkan setiap momen, dan itu bisa jadi kendaraan untuk memuluskan kepentingan politik mereka,” nilainya.

Kendati begitu, Wahyudi menegaskan bahwa suara-suara seperti ini tetap menjadi bagian penting dari fungsi presseur group (kelompok penekan) dalam mengawasi jalannya kekuasaan di pemerintahan agar tidak berlaku sewenang-wenang.

“Saya pikir ini organisasi masyarakat yang memang punya kepentingan moral untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan para penguasa,” tambahnya.

Ia pun menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat memiliki panggilan jiwa yang sama untuk memperbaiki negeri ini secara menyeluruh dan sistemik.

“Penting semua anak negeri ini punya panggilan jiwa untuk punya tanggung jawab memperbaiki negeri ini dan merubah dari keadaan yang carut-marut menjadi keadaan yang lebih baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto menyampaikan ancaman serius bahwa Forum Purnawirawan TNI akan menduduki Gedung Parlemen DPR/MPR jika pendekatan secara sopan melalui surat agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan, tidak kunjung direspons DPR.

Slamet memandang bahwa Bangsa Indonesia akan berada di ujung tanduk apabila masih dipimpin oleh Wapres Gibran yang dinilai forum tak memiliki kapasitas memimpin negara.

“Negara kita memang berada di ujung tanduk, masih ada atau hancur. Oleh karena itu, mau enggak mau, kita semua harus bergerak untuk menyelamatkan bangsa ini,” kata Slamet, dalam konferensi pers bersama Forum Purnawirawan TNI di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

[] Harli

Exit mobile version