SBMI Desak Pemerintah Berantas Mafia Pekerja Migran

0
114

Pamong Institute – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendesak pemerintah memberantas mafia di balik bisnis penempatan pekerja migran ilegal, menyusul insiden penembakan lima pekerja asal Indonesia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Tanjung Rhu pada 24 Januari 2025. Satu korban tewas, dan empat lainnya terluka dalam kejadian yang diduga akibat perlawanan saat kapal mereka diintervensi.

“Kuncinya adalah ini bisnis penempatan kotor, ada mafia-mafianya di situ, ada oknum-oknumnya di situ yang perlu diberantas,” kata Hariyanto Suwarno, Ahad, 2 Februari 2025 dikutip dari tempo.

“Saya rasa kalau itu (bisnis PMI Ilegal) diberantas, maka kemudian warga negara Indonesia tidak ada pilihan lagi selain mereka berangkat secara prosedural,” kata dia.

Ketua Umum SBMI Hariyanto Suwarno menegaskan, bisnis ilegal ini dipengaruhi oknum mafia yang memanfaatkan rumitnya prosedur legal. Lebih dari 50% pekerja migran Indonesia ke Malaysia menggunakan jalur ilegal.

“Saya rasa kalau itu (bisnis PMI Ilegal) diberantas, maka kemudian warga negara Indonesia tidak ada pilihan lagi selain mereka berangkat secara prosedural,” ujarnya.

Data dan Dampak Jalur Ilegal

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, sekitar 2,5 juta WNI bekerja di Malaysia, tetapi hanya 900 ribu yang tercatat melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“sisanya dari 900 ribu menuju ke 2 juta itu kan sudah dipastikan unprocedural,” tegas Hariyanto. Ia menyoroti mahal dan kompleksnya mekanisme legal sebagai pemicu utama.

Respons Pemerintah Indonesia

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyatakan, pemerintah telah mengirim nota diplomatik ke Malaysia mendesak investigasi transparan, termasuk dugaan penggunaan kekerasan berlebihan.

“Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau perkembangan kasus ini serta memberikan pendampingan kekonsuleran dan hukum guna memastikan terpenuhinya hak-hak WNI dalam sistem hukum di Malaysia,” ungkap Judha.

Langkah Antisipasi

Kemenlu dan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta disebut telah memperketat pemeriksaan calon pekerja migran, terutama yang menggunakan modus liburan. Namun, Hariyanto menekankan, solusi jangka panjang terletak pada pemberantasan mafia dan penyederhanaan prosedur penempatan resmi. | Jeki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here