Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%  

0
171

Pamong Institute – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P. Roeslani, menegaskan Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032,8 triliun dalam lima tahun ke depan (2025-2029) untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. “Kalau kita flashback selama 10 tahun terakhir investasi dari 2014-2024 sebelumnya itu hanya Rp 9.000 triliun lebih sedikit. Kalau kita lihat selama 5 tahun terakhir hampir Rp 6.000 triliun,” papar Rosan, dalam realisasi investasi triwulan IV-2024, Selasa (31/1/2025).

Menurutnya, Untuk mengejar pertumbuhan 8%, kita perlu menambah Rp7.000 triliun dari capaian sebelumnya.

“Jadi ini peningkatan signifikan kalau kita mau kejar target 8%,” ucapnya.

Target ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas 2 Januari 2025. Menurut Rosan, peningkatan investasi bertahap diperlukan hingga 2029, dengan target investasi tahunan mencapai Rp3.414 triliun pada 2029.

“Terutama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 seperti yang dicanangkan oleh Kementerian Bappenas. Sehingga pada tahun 2029, investasi yang diharapkan nanti masuk itu mencapai pertumbuhan 8% adalah Rp 3.414 triliun (di 2029), dalam rangka mencapai pertumbuhan 8%,” tegasnya.

Dampak Investasi terhadap Lapangan Kerja dan Ekonomi

Rosan menekankan, investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas. “Investasi adalah penggerak utama ekonomi. Dengan realisasi Rp13.000 triliun, kita bisa membuka jutaan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” ujarnya.

Target 8% ini sejalan dengan rencana Kementerian PPN/Bappenas, yang menilai pertumbuhan tinggi diperlukan untuk mengakselerasi transformasi ekonomi Indonesia. Sektor prioritas meliputi industri hijau, teknologi digital, dan infrastruktur strategis. | Jeki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here