Pamong Institute – Munculnya grafiti bertuliskan “Adili Jokowi” di sejumlah daerah memicu tanggapan dari pengamat politik Rocky Gerung. Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube pribadinya, Kamis, 6 Februari 2025, Rocky menyebut fenomena ini sebagai bentuk kejujuran publik dalam menilai situasi politik terkini.
“Tetapi misi dari poster dan grafiti itu jelas supaya Pak Prabowo mengevaluasi secara total kaitan dia dengan Presiden Jokowi,” kata Rocky.
Rocky menekankan bahwa kedekatan Prabowo dengan Joko Widodo (Jokowi) atau putranya, Gibran Rakabuming Raka, berpotensi mengikis legitimasi kepemimpinan Prabowo di mata publik. Selama Prabowo masih terlihat berdekatan dengan Jokowi atau Gibran, legitimasinya akan terus dipertanyakan.
Tantangan Psikologis bagi Prabowo
Lebih lanjut, Rocky menilai fenomena ini menjadi ujian psikologis bagi Prabowo dalam menentukan langkah politik ke depan. Menurutnya, Presiden ke-8 Indonesia itu sedang berusaha menyeimbangkan citra sebagai negarawan dengan tuntutan publik untuk membedakan kebijakannya dari era Jokowi.
“Jadi psikologi Prabowo sedang melatih siasatnya sendiri supaya dia bisa tetap tumbuh sebagai negarawan, tetapi dia juga secara efektif menerangkan kepada publik bahwa dia akan membuat Indonesia berbeda dari apa yang dihasilkan oleh Mulyono,” tandasnya.
Konteks Kepemimpinan Prabowo
Komentar Rocky Gerung ini muncul di tengah sorotan publik terhadap hubungan politik Prabowo dan Jokowi, yang sebelumnya bersaing ketat dalam Pilpres 2024. Meski kini memimpin, Prabowo dianggap masih perlu membuktikan independensi kebijakannya dari pengaruh pendahulunya. Grafiti “Adili Jokowi” sendiri dipandang sebagai bentuk kekecewaan sebagian masyarakat terhadap dinamika kekuasaan yang dinilai belum transparan. | Jeki





















