Pamong Institute – Syukuran ulang tahun Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid, MA digelar hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman tokoh reformasi birokrasi tersebut pada Minggu (7/12/2025).
Acara ini dihadiri sejumlah sahabat dan kolega lama, termasuk Pemimpin Redaksi Indonews.id, Drs. Asri Hadi, MA.
Asri Hadi yang hadir dalam kesempatan itu mengenang perjalanan awal kariernya yang bersinggungan erat dengan Prof. Ryaas.
Ia bercerita bahwa sejak pertama kali diangkat sebagai PNS Kemendagri pada 1986 dan ditempatkan sebagai Dosen Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), dirinya mulai mengenal sosok Ryaas Rasyid sebagai rekan sesama pengajar.
Menurut Asri, hubungan profesional mereka berlanjut ketika keduanya mendapat penugasan khusus. “Pak Ryaas ditugaskan membantu Menteri Dalam Negeri waktu itu, Jenderal (Purn) Soepardjo Rustam, sementara saya ditugaskan membantu Ibu Soepardjo Rustam di PKK Pusat,” kenangnya, dikutip dari Indonews.id, Senin (8/12/2025).
Kedekatan itu semakin kuat ketika Prof. Ryaas menjabat Rektor IIP dan menunjuk Asri Hadi sebagai Sekretaris Jurusan Tata Praja. Asri menyebut amanah tersebut sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya.
Karier Prof. Ryaas Rasyid kemudian menanjak di berbagai posisi strategis pemerintahan, mulai dari Dirjen OTDA Kemendagri, Menteri Otonomi Daerah, Menteri PAN-RB, Anggota DPR RI, hingga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Acara syukuran ulang tahun tersebut juga menjadi ajang reuni kecil di antara para tokoh yang pernah bekerja bersama Prof. Ryaas. Asri Hadi tampak berfoto bersama sejumlah sahabat lama seperti Tursandi, Luthfi Mutty, dan Ramses Marpaung.
Perayaan sederhana ini tidak hanya menandai bertambahnya usia Prof. Ryaas Rasyid, tetapi juga menjadi penegas atas kontribusinya dalam reformasi birokrasi dan pemerintahan Indonesia.
Profil Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid
Prof. Ryaas Rasyid lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 17 Desember 1949. Ia memulai karier pemerintahan pada 1972 sebagai staf umum Biro Kepegawaian Kota Makassar sebelum kemudian menjabat Lurah Melayu, Kecamatan Wajo.
Pada masa kepemimpinannya, Kelurahan Melayu meraih berbagai prestasi, mulai dari juara kebersihan hingga peningkatan pendapatan daerah.
Setelah menamatkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta sebagai lulusan terbaik angkatan 1977, ia kembali ke Makassar dan mengisi berbagai posisi strategis hingga menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Kota Makassar.
Ryaas kembali ke Jakarta pada 1979 dan menjadi dosen IIP, sekaligus peneliti, konsultan politik, serta staf khusus Irjen Depdagri. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar MA Political Science dari Northern Illinois University serta Ph.D Political Science dari University of Hawaii.
Pada 1994, Ryaas kembali ke Indonesia dan pada September tahun yang sama dipercaya menjadi Rektor IIP. Kariernya terus menanjak hingga menjadi Menteri Negara OTDA (1999–2000), Menteri PAN (2000–2001), dan Anggota Wantimpres sejak 2010. Ia juga aktif di organisasi kemasyarakatan, termasuk menjabat Ketua Umum PP PII periode 2005–2008. [] Harli





















