Direktur Pamong Institute Sesalkan Kasus Judol di Kementerian Komdigi

0
231

Pamong Institute – Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menyesalkan keberadaan tersangka kejahatan kasus judi online (judol) di lingkungan Kementeriaan Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Ini sangat miris dan sangat memprihatinkan,” sesalnya dalam program Perbincangan Politik: Gawat Pejabat Tinggi Komdigi Terlibat Judi, Blokir atau Lindungi Judi? Di kanal YouTube Bincang Bersama Sahabat Wahyu, Selasa (5/11/2024).

Karena menurutnya, Indonesia yang konon berdasarkan Pancasila dan UUD’45, mayoritas muslim serta hampir seluruhnya penduduknya mengaku beragama ini, tetapi kondisi praktik judinya begitu masif.

Bahkan Wahyudi mengungkapkan, pelakunya bukan hanya dari kalangan rakyatnya saja, tetapi justru dilakukan juga oleh orang-orang yang menjabat di lembaga pemerintahan yang sedang diberikan kepercayaan oleh negara untuk bekerja menjaga rakyat.

“Mereka harusnya melindungi rakyat memblokir situs-situs judi itu, tetapi malah melindungi keberadaan situsnya,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa fenomena ini membahayakan generasi muda dan bagi seluruh masyarakat.

“Dampaknya bukan hanya uang yang habis, kehidupan mereka juga berantakan. Bahkan dulu ada pernah terdengar, seorang polisi di eksekusi (mati dibakar) istrinya sendiri gara-gara judi online,” pungkasnya mengingatkan.

Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi sorotan setelah Polda Metro Jaya menangkap sejumlah pegawainya yang diduga terlibat dalam jaringan perlindungan situs judi online.

Alih-alih berperan aktif dalam pemberantasan yang menjadi bagian dari tugas mereka untuk melindungi masyarakat, belasan pegawai Komdigi justru menjadi tersangka karena melindungi ribuan situs judi online yang merusak kehidupan masyarakat. [] Muhar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here