Kemenangan Kotak Kosong Di Pilkada 2024 : Bukti Perlawanan Rakyat

0
132

Pamong Institute – Pilkada serentak 2024 ada 36 daerah yang di ikuti calon tunggal, ada dua daerah yang dimenangkan oleh kotak kosong. Kemenangan ini menjadi bukti perlawanan rakyat terhadap elite politik.

Hal itu sesuai apa yang yang disampaikan Komisioner KPU RI bidang Teknis dan Penyelenggara Pemilu, Idham Holik.

“Dari 36 kabupaten/kota, baru pilkada Kota Pangkalpinang dan pilkada Kabupaten Bangka perolehan suara kotak kosong unggul melampaui 50 persen suara sah,” kata Idham, Senin, 2 Desember 2024, di kutip dari tempo.

Lalu ia menjelaskan, pemerintah akan menunjuk pejabat sementara.

“Dalam hal belum ada pasangan calon terpilih, maka pemerintah menugaskan penjabat gubernur, penjabat bupati atau penjabat walikota sebagai kepala daerah,” kata Idham mengutip pasal 54D ayat (4) Undang-undang nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Sesuai perintah undang-undang, KPU akan berkonsultasi kepada Komisi II selaku mitra di DPR,” kata Idham.

Pelaksanan pilkada sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi dengan nomor perkara 126/PUU-XXII/2024.

Selain itu, menurut musfi romdoni pilkada kota banjarbaru dimenangkan kotak kosong.

“Sebenarnya ada satu lagi pilkada yang dimenangkan kotak kosong, yakni di Pilkada Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” ujar analis sosio-politik dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Musfi Romdoni, merespons kemenangan kotak kosong, kepada reporter Tirto, Rabu (4/12/2024).

Karena menurut dia, paslon yang didiskualifikasi seharusnya diganti menjadi kotak Kosong.

“Seharusnya paslon Aditya-Said ditulis sebagai kotak kosong jika didiskualifikasi KPU. Yang artinya, kotak kosong sebenarnya yang menang di Pilkada Kota Banjarbaru,” sebut Musfi.

Ia pun menjelaskan, kemenangan kotak kosong sebagai bukti perlawanan rakyat karena masyarakat menginginkan solusi bagi masalah mereka.

“Parpol dan para elite politik harus menyadari bahwa era sudah berubah. Kita masuk di era digital yang membuat akses informasi menjadi begitu mudah. Dengan masalah yang terus bertambah dan menjadi kompleks, masyarakat menginginkan cakada yang memiliki solusi konkret untuk menjawab masalah kesehariannya,” jelas dia.

Sementara itu, Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Annisa Alfath, berpendapat bahwa masyarakat memiliki sikap independen yang kuat atas pilihannya.

“Pilihan pada kotak kosong menunjukkan bahwa masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh tekanan atau propaganda elite politik,” pungkas anisa Al fath. | Jeki – DA Putra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here