Pamong Institute – Terkait kericuhan Aksi Free West Papua yang terjadi di Yogyakarta pada Minggu (1/12/2024), Pengamat Politik Rif’an Wahyudi menyatakan, persoalan separatisme Papua merdeka belum diselesaikan dengan tuntas.
“Ini adalah pesan kepada Pak Prabowo ternyata api dalam sekam problem (sparatisme Papua merdeka) belum diselesaikan tuntas, itu masih ada,” ujarnya dalam Kabar Petang: Ricuh Free West Papua di Jogja, Aspirasi Mahasiswa atau Makar? di kanal Youtube @KCNews,, Selasa (10/12/2024).
Ia pun mengingatkan, kalau ada yang meniupnya maka bisa jadi akan membara kembali, karena gerakan tersebut bukan hanya sebagai murni aspirasi. “Ada pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan (imperialisme),” duganya.
Dalam kacamata geopolitik, Rif’an menilai bahwa gerakan Papua merdeka seperti OPM dan Free West Papua adalah bagian dari upaya-upaya pihak imperialis asing yang ingin mengerat-ngerat persatuan Indonesia.
Diberitakan, aksi saling serang terjadi antara demonstran dengan aparat kepolisian. Para pendemo terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP).
Awalnya, demo berjalan lancar. Polisi terlihat berjaga dengan menyiapkan water cannon dan rantis Brimob demi menjaga ketertiban. Namun tiba-tiba massa aksi pecah hingga terjadi bentrok dengan aparat yang bertugas. Polisi pun langsung menembakkan water canon.
Disinyalir kericuhan pecah akibat petugas ingin mengamankan bendera pro kemerdekaan West Papua atau Papua Barat dari massa aksi. [] Harli





















