Pamong Institute – Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, menjelaskan hasil survey Indikator Politik Indonesia terbaru, dalam hal evaluasi publik atas kinerja Presiden dan Kabinet Merah Putih, yang di lakukan sejak tanggal 16-21 Januari 2025. Menurutnya pemerintahan prabowo-gibran dalam 100 hari pertama masih kurang fokus pada sektor Ekonomi.
Karena saat ini, ia berpendapat pemerintah terlihat populer di program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat apresiasi tinggi dari publik. Akan tetapi, pemerintah belum cukup menjawab pemasalahan dasar yang berdampak pada kehidupan masyarakat, yaitu di sektor ekonomi.
“Meski 87,1 persen warga mendukung Program MBG dan mayoritas percaya program ini dapat membantu mengatasi stunting dan mendorong usaha kecil, kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan besar di sektor ekonomi. Sekitar 53,6 persen warga masih menganggap harga kebutuhan pokok semakin tidak terjangkau,” ujarnya saat menjelaskan via YouTube Indikatorcoid, Senin (27/1/2025).
Kemudian dia menjelaskan, pemerintah harus optimal dalam pelaksanaan program MBG yang ada.
“Hampir separuh warga, 47,4 persen, berharap program ini diberikan kepada seluruh anak di Indonesia. Namun, faktanya, cakupan program baru menjangkau 16,5 persen. Ada gap yang sangat lebar, dan ini akan menjadi tantangan tersendiri (bagi pemerintah),” jelasnya.
Ia mengevaluasi, adanya stagnansi persepsi un publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Hanya 35 persen warga yang menilai perekonomian membaik dalam setahun terakhir, tapi jauh lebih banyak yang menilai stagnan atau bahkan menilai memburuk,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia menyarankan pemerintah agar fokus perhatiannya kepada tiga isu utama, Karena mendapatkan nilai paling buruk penanganannya menurut publik, seperti harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan kemiskinan.
“Kesenjangan yang lebar antara harapan publik dengan fakta di lapangan akan mendorong pada ketidakpuasan dan ketidak-percayaan terhadap pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memberikan respon yang tepat, agar kepercayaan publik yang begitu besar bisa terjaga, begitu juga dengan stabilitas politik dan pemerintahan,” pungkasnya. | Jeki





















