Pamong Institute – Joko Widodo (Jokowi)
Presiden ke-7 RI mengaku tidak ada kecurigaan dengan adanya dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina selama masa jabatannya (2014-2024).
Hal itu disampaikan di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (6/3/2025) saat ditanya wartawan apakah Jokowi saat masih menjabat sempat menaruh curiga pada dugaan korupsi itu.
“Ya kalau ada kecurigaan, dah digebuk sejak dulu. (Merasa kecolongan tidak?) Ini manajemen besar, saya kira manajemen kontrol oleh komisaris, manajemen kontrol oleh direksi harus detail,” kata Jokowi.
Selain menyebut Pertamina sebagai BUMN yang besar dan kuat. Dia lalu menyinggung soal pentingnya manajemen kontrol direksi dan komisaris.
“Pertamina ini kan sebuah BUMN besar, kuat, sehingga manajemennya juga harus manajemen yang kuat dalam mengelola semua proses yang ada. Manajemen ada yang namanya direksi, dirut, dan direksi dan ada juga pengawasan, juga komisaris,” ujarnya.
Tidak dipilih sembarangan, Jokowi mengatakan, jajaran manajemen dari direktur utama (dirut) hingga komisaris dipilih melalui proses Tim Penilai Akhir (TPA).
“Yang semua itu dipilih lewat proses yakni proses TPA, dilihat Menteri BUMN, Menteri ESDM, lewat TPA baru masuk ke saya (sebagai Presiden ketika itu). Tidak bisa semua secara ujug-ujug (dadakan). Karena ini menyangkut pengelolaan aset yang besar sekali,” ucap dia mengisahkan.
“Kalau sekarang ada masalah tahun 2018-2023, ya diproses saja sesuai hukum yang ada, siapapun, siapapun,” sambungnya.
Jokowi menambahkan, semua produk dari Pertamina sudah diverifikasi dan dicek untuk uji kelayakan untuk dijual oleh Ditjen Migas.
“Dan seluruh produk Pertamina yang saya tau semua telah diverifikasi, dicek, diberi kelayakan untuk dijual oleh Migas. Semua ada proses, produknya juga ada proses, semua dites, dicek, semua, tapi apapun semua penyelewengan bisa saja terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, Eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono justru menyentil Mantan Presiden RI Joko Widodo yang menjabat selama dua periode tersebut.
Arief menuding, ada kemungkinan Jokowi sebagai presiden ketika itu, mengetahui kasus yang terjadi pada masa kepemimpinannya tersebut.
Hanya saja, menurutnya, orang yang terlibat adalah orang-orang yang berada di barisan Jokowi pada saat pilpres 2019.
“Sebenarnya @jokowi tahu cuma ya yang korupsi ada di barisan beliau saat pilpres 2019 kan enggak enak juga dong,” kata Arief Poyuono dalam akun X pribadinya, Sabtu, (8/3/2025).
Diketahui, saat ini Kejaksaan Agung sedang mengusut kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, sub-holding, dan kontraktor kontrak kerja sama pada periode 2018-2023.
Ada sembilan orang yang dijerat sebagai tersangka dalam kasus itu. Dari 9 orang tersangka, ada 6 di antaranya petinggi sub holding PT Pertamina, sementara 3 lainnya dari pihak swasta. [] Harli





















