Pamong Institute – Utang Luar Negeri (ULN)
Indonesia per Januari 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar USD427,5 miliar atau setara Rp7.001 triliun (asumsi kurs Rp16.380/USD).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso melaporkan, angka ini meningkat 5,1 persen ‘year on year (yoy)’, dibandingkan Desember 2024 yang tumbuh 4,2 persen ‘yoy’.

“Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin, (17/3/2025).

Ramdan menyampaikan, ULN pemerintah dipengaruhi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Utang-utang itu digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,6 persen), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8 persen), jasa pendidikan (16,6 persen), konstruksi (12,1persen), serta jasa keuangan dan asuransi (8,2 persen).

Sedangkan, ULN di sektor swasta berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian yang mencakup 79,4 persen total ULN swasta.

“ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta,” terang Ramdan. [] Harli

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here