Direktur Pamong Institute, Wahyudi Al Maroky, menyatakan bahwa pelabelan istilah “Wahabi Lingkungan” terhadap orang-orang yang peduli pada kelestarian alam (aktivis lingkungan) seharusnya tidak boleh terjadi.
“Sayang orang yang berpihak kepada peduli lingkungan justru mendapat posisi yang diserang (dengan istilah ‘Wahabi Lingkungan’). Mestinya itu tidak boleh terjadi,” ujar Wahyudi dalam keterangannya yang diterima pamonginstitute.com, Jum’at (20/6/2025).
Menurutnya, pelabelan semacam itu justru dapat melemahkan kontrol sipil terhadap kekeliruan dalam kebijakan publik. “Mendegradasi perjuangan bagi rakyat maupun lingkungan,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian alam seharusnya diapresiasi, bukan justru diberi framing negatif melalui istilah “Wahabi Lingkungan”.
Sementara itu, menanggapi protes atau penolakan aktivitas penambangan nikel di kawasan wisata seindah Raja Ampat, Wahyudi menyatakan, bahwa kegiatan tersebut memang seharusnya tidak dilakukan.
“Mestinya kan lingkungan (Raja Ampat) itu diperindah, dipercantik. Allah sudah memberikan keindahan yang luar biasa,” ujarnya.
Karena itu, sambungnya, mereka yang berupaya menjaga keindahan tersebut semestinya mendapat penghargaan.
Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan kekhawatirannya bahwa pelabelan “Wahabi Lingkungan” ini merupakan bagian dari pola klasik kekuatan oligarki kapitalis, dalam hal ini para pebisnis tambang, untuk membungkam kritik masyarakat terhadap praktik mereka.
“Mereka (kapitalis) tentu ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan pengorbanan yang minimalis. Salah satu dari upaya itu membuat negative image (citra negatif) di tengah-tengah masyarakat sehingga para aktivis lingkungan itu kehilangan legitimasi,” duganya.
Wahyudi mengingatkan bahwa strategi pelabelan terhadap rakyat seperti ini bukanlah hal baru.
“Dulu di zaman penjajah, para penjajah itu melabeli para pejuang kita yang ingin merdeka dengan label ekstremis. Kemudian di era-era sekarang kita juga kenal label teroris. Sekarang muncul lagi istilah baru dengan Wahabi Lingkungan,” ulasnya penuh rasa kekhawatiran. [] Harli





















