Pamong Institute – 30 orang dinyatakan reaktif HIV dan sifilis pasca penggrebekan pesta penyuka sesama jenis di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Pengamat Sosial Iwan Januar mengungkapkan bahwa aktivitas seksual menyimpang menjadi klaster utama penularan HIV/AIDS di Indonesia.

“Sampai hari ini penularan HIV/AIDS juga penyakit kelamin, tapi khususnya HIV/AIDS itu memang klaster paling tinggi adalah di kalangan gay, kalangan penyuka sesama jenis,” ujarnya dalam Kabar Petang di kanal YouTube Khilafah News, pada Rabu (9/7/2025).

Iwan menyatakan, penularan HIV melalui hubungan sesama jenis jauh lebih tinggi dibandingkan penularan melalui narkoba. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari seks bebas dan penyimpangan perilaku seksual yang memang marak terjadi di Indonesia.

“Kalau kita perhatikan di media sosial, banyak sekali grup-grup atau juga akun-akun yang mereka menawarkan hubungan sesama jenis. Nah, ini kan sulit untuk dideteksi oleh aparat. Walaupun bila memang ada keinginan kuat, sebetulnya itu bisa dicegah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kasus di Puncak tersebut hanyalah sebagian kecil dari aktivitas serupa yang luput dari pengawasan.

Potensi Penularan yang Lebih Luas

Iwan pun menyoroti potensi penularan yang lebih luas, karena pelaku hubungan sesama jenis juga banyak yang berstatus biseksual.

“Misalnya ada seorang suami yang dia juga ternyata punya pasangan sesama jenis dan dia juga punya istri. Sehingga kemudian jaringan penularan HIV ini menjadi lebih besar dibandingkan dengan apa yang diketahui di laporan dinas kesehatan,” ungkapnya.

Ia menekankan, pentingnya pelacakan kontak terhadap 30 orang yang dinyatakan reaktif HIV tersebut, demi mencegah meluasnya penularan di lingkungan sekitar maupun keluarga.

“Maka dari 30 yang dinyatakan reaktif itu, itu mesti, dan bukan lagi mesti, tapi harus, wajib untuk ditelusuri siapa saja kemudian mitra mereka, pasangan mereka,” tegas Iwan.

Ancaman terhadap Pasangan Sah

Ia juga memperingatkan bahwa penyebaran HIV dan sifilis kini juga mengancam pasangan sah dalam pernikahan serta anak-anak, akibat perilaku menyimpang salah satu anggota keluarga.

“Kita sangat kasihan karena banyak laporan istri ataupun juga anak-anak, pasangan dari pernikahan sah, mereka kemudian akhirnya terinfeksi HIV termasuk sifilis dari pasangan mereka,” pungkasnya.

Fakta Penggrebekan dan Pemeriksaan

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com, pasca polisi menggerebek pesta penyuka sesama jenis berkedok pentas atau kontes ‘The Big Star’ di sebuah vila di kawasan Puncak Bogor, Minggu dini hari (22/6/2025), Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para peserta tersebut. Sebagian di antara mereka dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.

“Dari 75 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebagian dinyatakan reaktif HIV dan sifilis sebanyak 30 orang dan non reaktif/clear sebanyak 45 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Mediawati, Rabu, (25/6/2025). [] Harli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here