Narator Media Umat, Guslin Al-Fikrah, menjelaskan di mana letak bahaya Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas oleh Amerika Serikat (AS).
“Pasukan ini direncanakan masuk ke wilayah Gaza. Disinilah letak bahaya ini. Tentara dari negeri-negeri Muslim ditempatkan untuk mengamankan wilayah pendudukan (penjajahan). Bukan membebaskan Palestina, tetapi menekan perlawanan rakyat Gaza,” ujarnya dalam tayangan singkat bertajuk “Indonesia Haram Bergabung dalam Pasukan Trump: Dewan Perdamaian atau Proyek Pendudukan?” Di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai, Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donal Trump ini bukanlah dewan damai, tetapi adalah alat atau instrumen politik global AS.
Tujuannya, ungkap Guslin, tidak lain untuk mengamankan kepentingan Washington dan melanggengkan pendudukan Palestina oleh entitas Zionis Israel.
“Coba perhatikan! Siapa saja yang duduk di dewan ini? Jared Kushner (menantu Trump) yang menyebut negara Palestina sebagai hadiah bagi terorisme. Tony Blair, arsitek perang di negeri-negeri Muslim yang memuji rencana Trump sebagai jaminan keamanan permainan Israel,” bebernya.
Rencana ini juga, lanjutnya, mencakup pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional yang akan dipimpin oleh Mayor General Jasper Jeffers. “Seorang jenderal Amerika dengan rekam jejak perang di Irak dan Afganistan,” pungkasnya.
[] Harli





















