Direktur Pamong Institute, Wahyudi Al-Maroky, mengajak publik untuk tidak melupakan para korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh.

Ajakan tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan ke lokasi terdampak bencana bersama relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN).

“Jangan Lupakan Aceh! Bersama Islam Selamatkan Negri (ISN) kita bantu mereka,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Salah satu wilayah yang dikunjunginya berada di Gayo Lues. Ia pun menyebut kondisi wilayah tersebut mengalami perubahan yang signifikan pascabencana.

“Dulu, hamparan sawah hijau di Gayo Lues, Aceh, menjadi pemandangan yang menyejukkan mata. Padi tumbuh subur, menghasilkan beras berkualitas tinggi yang menjadi tumpuan hidup masyarakat,” ungkapnya.

Namun, kata Wahyudi, kondisi tersebut kini tidak lagi terlihat, kecuali hanyalah lumpur pekat dan puing-puing kayu berserakan.

“Kini, ketika kami hadir, yang nampak setelah musibah, hanyalah lumpur pekat dan puing-puing kayu berserakan. Jalan dan jembatan rusak, menghalangi aktifitas masyarakat. Rumah-rumah yang pernah menjadi tempat bernaung kini berdiri rapuh, seakan ikut merasakan luka yang ditinggalkan bencana.” terang Wahyudi menceritakan kesaksiannya. [] Harli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here