Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.
[Praktisi Pendidikan/Guru]
Ramadhan adalah bulan yang mulia. Kehadirannya selalu dinantikan dan disambut dengan suka cita oleh kaum Muslim. Bulan yang di dalamnya penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan salah satu perintah Allah SWT, yaitu ibadah puasa (shaum).
Setiap perintah Allah pasti membawa kebaikan bagi hamba-Nya. Namun, tidak sedikit ada yang menjalankan puasa badan terasa lemah sehingga enggan beribadah maupun beraktivitas secara maksimal, dan malah justru bermalas-malalasan, selalu rebahan atau tidur-tiduran seakan tidak memiliki gairah.
Padahal seharusnya puasa menjadi momentum untuk semakin giat beramal. Terlebih ketika balasan pahala atas amal-amal kebaikan yang dijanjikan oleh Allah SWT di Bulan Ramadhan begitu luar biasa dan berlipat ganda.
Lantas, mengapa saat berpuasa tubuh sering terasa lemas, mudah mengantuk, dan kurang bergairah untuk beribadah maupun beraktivitas?
Berikut ini empat tips kesehatan agar puasa lebih bermakna, tubuh tetap bugar, dan tetap semangat beribadah, serta beraktivitas tetap terjaga.
Pertama, perhatikan asupan saat sahur.
Pilihlah makanan yang halalan thayyiban dan bernutrisi sesuai kebutuhan tubuh. Utamakan serat dan protein, serta konsumsi karbohidrat secukupnya.
Protein penting karena dicerna lebih lama sehingga memberikan rasa kenyang lebih tahan lama dan tidak mudah lapar. Sebaliknya, konsumsi karbohidrat dan gula berlebihan justru membuat tubuh cepat lapar dan mudah mengantuk, yang akhirnya menurunkan semangat beraktivitas.
Kedua, hindari tidur setelah sahur dan salat Subuh. Para ahli kesehatan menganjurkan untuk memberi jeda setidaknya dua jam setelah makan sebelum tidur. Rasa ngantuk setelah sahur sering kali juga dipicu oleh konsumsi karbohidrat atau makanan tinggi gula.
Tidur setelah sahur justru membuat tubuh terasa semakin lemas dan malas bergerak, sehingga produktivitas di pagi hari menurun.
Ketiga, bijak saat berbuka puasa.
Hindari langsung mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, seperti gorengan dan sejenisnya. Sangat disayangkan jika setelah seharian berpuasa yang sejatinya menjadi proses detoksifikasi tubuh justru dirusak dengan ambisi makan berlebihan.
Saat adzan Maghrib berkumandang, awali berbuka dengan segelas air putih, diminum perlahan. Setiap tiga tegukan, berhenti sejenak. Lebih baik lagi jika air yang diminum adalah air hangat, agar perut yang seharian kosong lebih siap mencerna makanan. Setelah itu, tunaikan salat Maghrib.
Setelahnya, barulah makan dengan nutrisi lengkap, memperhatikan isi piring ada serat, protein, dan sumber karbohidrat. Bukan sekadar mengejar rasa kenyang, apalagi sampai “balas dendam”.
Keempat, sempatkan berolahraga ringan.
Jika memungkinkan, lakukan olahraga secara rutin menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas fisik ringan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan energi.
Dengan mengamalkan empat tips ini, semoga puasa yang kita jalani menjadi lebih bermakna, tubuh tetap sehat, tetap semangat beribadah dan beraktivitas keseharian, serta mendulang pahala yang berlipat ganda senantiasa terjaga.[]























